INSPIRASI
HARI INI
Hari ini kami etoser semarang mengikuti pembinan bersama
bersama pak Agus Sugito @ SSK. Pukul sepuluh kami mulai acara. Acara dipandu
oleh Khu
snul etoser 2011 dan diringi gema surat cinta Allah yang di
senandungkan oleh Ubedi. Kami memulai dengan suasana yang tenang. Banyak temen
– temen yang belum datang saat itu. Dari aura wajah kami terpancar kegelisahan
dan banyaknya beban. Semagat yang dulu menghampiri kini mulai menguap.
Sesaat setelah acara diserahkan kepada pembicara utama yaitu
pak Agus Sugito, suasana berbalik 180 derajat. Kumandang takbir dengan penuh
gairah membuncah ditengah tenangnya siang ini. Suara khas pak agus yang
membahana menusuk hingga kesumsum tulang kami. Daya sentuh setiap kata yang
beliau lontarkan sungguh membuat kami tersadar bahwa dunia telah melenakan.
Dibuka dengan seruan takbir kemudian diawali dengan dari
kisah seorang sopir travel yang beliau temui saat perjalanan ke tempat
pembinaan. Seorang sopir yang agak kurang sopan, sopir itu memberikan uang masuk
tol dengan tangan kiri. Sebagai orang jawa ini adalah sesuatu yang tabu. Namun
sungguh menggetarkan jiwa ketika tahu bahwa sopir itu ternyata hanya memiliki
tangan kiri. Tangan kanannya telah
diambil oleh yang Kuasa. Menjadi pelajaran bagi kita semua, tak
selayaknya kita mengeluh dan bermalas – malasan. Sopir yang hanya dikarunia
satu tangan , beliau tidak lantas menyerah pada keadaan. Beliau tetap
bersemangat menghadapi tantangan, lalu bagaimana dengan kita yang dianugerahi
Alloh dengan kelengkapan jasad? Tak sepantasnya kita terpuruk pada kekurangan
dan penderitaan, bahwasannya di luar sana banyak yang menderita lebih dari
kita. Banyak yang lebih kurang dari kita. Bukalah mata untuk melihat dunia.
Jangan terkungkung pada diri sendiri.
Etoser di biayai oleh Dompet Dhuafa bukan untuk bersenang –
senang, bukan hanya untuk mengejar nilai, IP tiga koma sekian, bukan hanya
untuk menjadi pembesar – pembesar kampus apalagi hanya untuk berleha – leha
pada zona nyaman. Visi Dompet Dhuafa adalah jauh kedepan untuk menciptakan
pemimpin Indonesia yang lebih baik. Bahwa Indonesia layak dipimpin oleh Etoser,
bahwa etoser layak memimpin Indonesia. Pemimpin yang benar – benar mempunyai
jiwa kepemimpinan yang sejak kini dibina dan ditumbuh kembangkan. Bukan hanya
sekedar seorang pimpinan.
Seseorang adalah layak
disebut sebagai Etoser, bahwa layak untuk menjadi pemimpin masa depan adalah
mereka yang pantang menyerah, pantang putus asa, bukan keadaan yang membuat
mereka berhenti namun dirinya yang membuat keadaan mengikuti langkahnya,
mengikuti impiannnya. Etoser mempunyai semangat
yang menyala. Etoser mampu menyemangati diri saat sendiri, di saat malas
menyerang, disaat kelelahan itu datang. Etoser adalah orang yang semnantiasa
meng-inspirasi dunia.
Keikhlasan dalam berbuat itu menjadi pribadi seorang Etoser.
Kesabaran yang lebih membuat Etoser
tahan banting. Sebagai seorang pemimpin, Etoser harus memiliki keikhlasan dan
kesabaran yang lebih. Selalu berpikir logis dan tidak mudah dikalahkan. Itulah mengapa
Etoser diangkat dari mutiara – mutiara yang berlatar belakang sulit. Ini akan
mejadi karakter seorang pejuang. Dipersiapkan untuk menjadi pemimpin yang mampu
merasakan penderitaan rakyat kecil sehingga kelak tidak akan menjadi pemimpin
yang dholim.
Jika ditilik dari realita dan rasional orang biasa maka
seorang Etoser dikatakan sebagai orang GILA. Orang yang mengalahkan rasio, melampaui batas –
batas kebiasaan. Semangat yang diatas rata – rata, kerja keras dan keyakinan dosis tinggi membuat Etoser mampu mengalahkan
rasio itu. Karena sudah terlanjur gila maka tetap pertahankan kegilaan itu.
Sudah terlanjur banyak orang yang mencemooh, bukan hanya diri kita yang
direndahkan bahkan orang tua kita yang juga mendapat imbas dari kegilaan ini,
maka jawablah cemoohan ini dengan usaha keras, dengan prestasi, dan suguhkanlah
kesuksesan. Bukan hanya dijawab dengan mulut. Jagalah kegilaan ini untuk
menjadi pemicu dalam menggapai cita – cita. Menjadi cambuk untuk terus bergerak
menggengam setiap impian.
Di etos tidak
dibutuhkan orang – orang yang egois, orang – orang yang hanya peduli dengan
diri sendiri. Meski ia memiliki kapasitas dan kapabilitas yang hebat namun jika
yang dipikirkan hanyalah diri sendiri maka tak akan ada gunanya. Lebih baik
menjadi etoser dengan prestasi yang biasa saja belum pernah keluar negeri namun
memiliki kontribusi untuk umat, daripada menjadi seorang etoser yang pernah
melalang buana kesegala penjuru dunia namun tidak memiliki kontribusi untuk
umat. Etoser dipersiapkan untuk menjadi pemimpin umat yang dapat mengalahkan
jiwa egoisnya bukan untuk berpikir diri sendiri saja.
Menjadi seorang etoser
harus berbesar hati, tidak ada alasan untuk tidak berbagi. Inilah saatnya kita
mengentaskan mutiara – mutiara yang masih terbalut lumpur. Tidak ada alasan
kita berleha – leha dalam asrama sedangkan adik – adik menunggu informasi
beasiswa yang kita bawa.
Pikirkan jikalau
bangku kuliah ini hanya diisi oleh orang – orang yang punya duit, orang – orang
yang hanya sibuk dengan dirinya sendiri maka kelas 10 – 20 tahun lagi kepemimpinan
bangsa ini akan dipegang oleh mereka, yang tidak mengerti akan sulitnya menjadi
rakyat kecil. Mau jadi apa bangsa ini jika dipimpin oleh orang – orang yang
hanya peduli dengan perut sendiri. Siapa yang akan memikirkan rakyat?.
Inilah saatnya kita
bangkit dan berperan serta membangun bangsa, memperbaiki peradaban negara.
Tidak ada waktu untuk berpangkku tangan.
Jika hari ini Etoser
masih sibuk memikirkan diri sendiri, sungguh memalukan, tepatnya sungguh
merugi. Saat yang lain sibuk memikirkan umat, berkontribusi untuk umat, malah
ia hanya senang sebagai penonton saja. Perlu diketahui bahwa kesenangan sebagai
penonton itu tidak lebih daripada kesenangan sebagai pemain.
Saat kita beralasan
untuk berdiam yang ada bukanlah ketidakmampuan namun hanyalah ketidakberanian.
Hidup itu bukan
dilihat dari hasilnya namun proses yang
sudah dilakukan. Hasil adalah bukan kewajiban kita namun kewajiban kita adalah
berusaha dan terus berusaha. Sebuah keniscayaan dengan usaha keberhasilanpun
akan diraih.
Tidurlah tidur anakku sayang
Tidurlah tidur dalam pelukan
Aku doakan kelak kau besar
Menjadi pejuangpembela islam
Tegarlah bagai batu karang
Hidup ini adalah perjuangan
Bersabarlah hadapi tantangan
Allahlah tujuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar