Rabu, 29 Februari 2012


INSPIRASI HARI INI
Hari ini kami etoser semarang mengikuti pembinan bersama bersama pak Agus Sugito @ SSK. Pukul sepuluh kami mulai acara. Acara dipandu oleh Khu
snul etoser 2011 dan diringi gema surat cinta Allah yang di senandungkan oleh Ubedi. Kami memulai dengan suasana yang tenang. Banyak temen – temen yang belum datang saat itu. Dari aura wajah kami terpancar kegelisahan dan banyaknya beban. Semagat yang dulu menghampiri kini mulai menguap.
Sesaat setelah acara diserahkan kepada pembicara utama yaitu pak Agus Sugito, suasana berbalik 180 derajat. Kumandang takbir dengan penuh gairah membuncah ditengah tenangnya siang ini. Suara khas pak agus yang membahana menusuk hingga kesumsum tulang kami. Daya sentuh setiap kata yang beliau lontarkan sungguh membuat kami tersadar bahwa dunia telah melenakan.
Dibuka dengan seruan takbir kemudian diawali dengan dari kisah seorang sopir travel yang beliau temui saat perjalanan ke tempat pembinaan. Seorang sopir yang agak kurang sopan, sopir itu memberikan uang masuk tol dengan tangan kiri. Sebagai orang jawa ini adalah sesuatu yang tabu. Namun sungguh menggetarkan jiwa ketika tahu bahwa sopir itu ternyata hanya memiliki tangan kiri. Tangan kanannya telah  diambil oleh yang Kuasa. Menjadi pelajaran bagi kita semua, tak selayaknya kita mengeluh dan bermalas – malasan. Sopir yang hanya dikarunia satu tangan , beliau tidak lantas menyerah pada keadaan. Beliau tetap bersemangat menghadapi tantangan, lalu bagaimana dengan kita yang dianugerahi Alloh dengan kelengkapan jasad? Tak sepantasnya kita terpuruk pada kekurangan dan penderitaan, bahwasannya di luar sana banyak yang menderita lebih dari kita. Banyak yang lebih kurang dari kita. Bukalah mata untuk melihat dunia. Jangan terkungkung pada diri sendiri.
Etoser di biayai oleh Dompet Dhuafa bukan untuk bersenang – senang, bukan hanya untuk mengejar nilai, IP tiga koma sekian, bukan hanya untuk menjadi pembesar – pembesar kampus apalagi hanya untuk berleha – leha pada zona nyaman. Visi Dompet Dhuafa adalah jauh kedepan untuk menciptakan pemimpin Indonesia yang lebih baik. Bahwa Indonesia layak dipimpin oleh Etoser, bahwa etoser layak memimpin Indonesia. Pemimpin yang benar – benar mempunyai jiwa kepemimpinan yang sejak kini dibina dan ditumbuh kembangkan. Bukan hanya sekedar seorang pimpinan.
Seseorang adalah layak disebut sebagai Etoser, bahwa layak untuk menjadi pemimpin masa depan adalah mereka yang pantang menyerah, pantang putus asa, bukan keadaan yang membuat mereka berhenti namun dirinya yang membuat keadaan mengikuti langkahnya, mengikuti impiannnya. Etoser mempunyai  semangat yang menyala. Etoser mampu menyemangati diri saat sendiri, di saat malas menyerang, disaat kelelahan itu datang. Etoser adalah orang yang semnantiasa meng-inspirasi dunia.
Keikhlasan dalam berbuat itu menjadi pribadi seorang Etoser. Kesabaran yang  lebih membuat Etoser tahan banting. Sebagai seorang pemimpin, Etoser harus memiliki keikhlasan dan kesabaran yang lebih. Selalu berpikir logis dan tidak mudah dikalahkan. Itulah mengapa Etoser diangkat dari mutiara – mutiara yang berlatar belakang sulit. Ini akan mejadi karakter seorang pejuang. Dipersiapkan untuk menjadi pemimpin yang mampu merasakan penderitaan rakyat kecil sehingga kelak tidak akan menjadi pemimpin yang dholim.
Jika ditilik dari realita dan rasional orang biasa maka seorang Etoser dikatakan sebagai orang GILA. Orang  yang mengalahkan rasio, melampaui batas – batas kebiasaan. Semangat yang diatas rata – rata, kerja keras dan keyakinan  dosis tinggi membuat Etoser mampu mengalahkan rasio itu. Karena sudah terlanjur gila maka tetap pertahankan kegilaan itu. Sudah terlanjur banyak orang yang mencemooh, bukan hanya diri kita yang direndahkan bahkan orang tua kita yang juga mendapat imbas dari kegilaan ini, maka jawablah cemoohan ini dengan usaha keras, dengan prestasi, dan suguhkanlah kesuksesan. Bukan hanya dijawab dengan mulut. Jagalah kegilaan ini untuk menjadi pemicu dalam menggapai cita – cita. Menjadi cambuk untuk terus bergerak menggengam setiap impian.
Di etos tidak dibutuhkan orang – orang yang egois, orang – orang yang hanya peduli dengan diri sendiri. Meski ia memiliki kapasitas dan kapabilitas yang hebat namun jika yang dipikirkan hanyalah diri sendiri maka tak akan ada gunanya. Lebih baik menjadi etoser dengan prestasi yang biasa saja belum pernah keluar negeri namun memiliki kontribusi untuk umat, daripada menjadi seorang etoser yang pernah melalang buana kesegala penjuru dunia namun tidak memiliki kontribusi untuk umat. Etoser dipersiapkan untuk menjadi pemimpin umat yang dapat mengalahkan jiwa egoisnya bukan untuk berpikir diri sendiri saja.
Menjadi seorang etoser harus berbesar hati, tidak ada alasan untuk tidak berbagi. Inilah saatnya kita mengentaskan mutiara – mutiara yang masih terbalut lumpur. Tidak ada alasan kita berleha – leha dalam asrama sedangkan adik – adik menunggu informasi beasiswa yang kita bawa.
Pikirkan jikalau bangku kuliah ini hanya diisi oleh orang – orang yang punya duit, orang – orang yang hanya sibuk dengan dirinya sendiri maka kelas 10 – 20 tahun lagi kepemimpinan bangsa ini akan dipegang oleh mereka, yang tidak mengerti akan sulitnya menjadi rakyat kecil. Mau jadi apa bangsa ini jika dipimpin oleh orang – orang yang hanya peduli dengan perut sendiri. Siapa yang akan memikirkan rakyat?.
Inilah saatnya kita bangkit dan berperan serta membangun bangsa, memperbaiki peradaban negara. Tidak ada waktu untuk berpangkku tangan.
Jika hari ini Etoser masih sibuk memikirkan diri sendiri, sungguh memalukan, tepatnya sungguh merugi. Saat yang lain sibuk memikirkan umat, berkontribusi untuk umat, malah ia hanya senang sebagai penonton saja. Perlu diketahui bahwa kesenangan sebagai penonton itu tidak lebih daripada kesenangan sebagai pemain.
Saat kita beralasan untuk berdiam yang ada bukanlah ketidakmampuan namun hanyalah ketidakberanian.
Hidup itu bukan dilihat dari  hasilnya namun proses yang sudah dilakukan. Hasil adalah bukan kewajiban kita namun kewajiban kita adalah berusaha dan terus berusaha. Sebuah keniscayaan dengan usaha keberhasilanpun akan diraih.
Tidurlah tidur anakku sayang
Tidurlah tidur dalam pelukan
Aku doakan kelak kau besar
Menjadi pejuangpembela islam
Tegarlah bagai batu karang
Hidup ini adalah perjuangan
Bersabarlah hadapi tantangan
Allahlah tujuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar