Ayah... terimakasih telah membersarkanku, mengijinkanku hingga sebesar ini. engkau kuatkan ragamu untuk mengangkat kayu ditengah hujan badai, hanya untuk sesuap nasi bagiku. engkau relakan setiap hari makan seadanya asal perut buncitku terisi. kau tak peduli lelahnya mata demi aku dan anak - anakmu. terimakasih. kenangan indah saat kau bangunkanku dipagi hari, terimakasih pelukan hangatmu. terimakasih telah tersenyum untukku. aku bangga padamu ayah. rindu saat kau paksaku bangun di dinginnya pagi yang menusuk. rindu saat kau acak - acak rambutku karena tak mau di potong. ayah. maafkan aku, tak banyak yang bisa kuberi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar