DAFTAR
ISI
Pendahuluan
a. Latar
Belakang
........................................................................................ 3
b. Tujuan
..................................................................................................... 3
Pembahasan
a.
Definisi Fertilitas
.......................................................................... 3
b.
Sumber Data Fertilitas serta Kelemahan
dan Kelebihan ..................... 3
c.
Indikator Fertilitas
........................................................................ 6
d.
Teori Fertilitas
.............................................................................. 6
e. Faktor
yang Mempengaruhi Fertilitas .............................................. 9
Daftar
Pustaka ............................................................................................
11
PENDAHULUAN
a.
Latar belakang
Laju
pertumbuhan penduduk erat kaitannya dengan perubahan dinamika penduduk.
Perubahan dinamika penduduk dipengaruhi oleh tingkat fertilitas, mortalitas,
morbiditas dan migrasi penduduk. Beberapa konponen struktur penduduk tesebut
yang bisa berdampak kepada kehidupan masyarakat, baik secara ekonomi, sosial
maupun politik.
b.
Tujuan
Dengan
mengetahui bagaimana laju fertilitas pada penduduk, maka kita bisa mengetahhui
langkah apa yang harus dilakukan untuk mengambil kebijakan terkait perubahan dinamika
penduduk tersebut.
PEMBAHASAN
a. Definisi Fertilitas
Fertilitas, dari bahasa Latin, adalah istilah kedokteran yang berarti adalah kadar kesuburan wanita. Yaitu
peluang bisa tidaknya dan berapa banyaknya bisa mengandung dan mempunyai anak.
Kelahiran hidup sebagai peristiwa kelahiran bayi, tanpa memperhitungkan lamanya berada dalam
kandungan, dimana si bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan pada saat
dilahirkan; misalnya bernafas, ada denyut jantung, atau denyut tali pusat, atau
gerakan-gerakan otot. (WHO)
b. Sumber Data Fertilitas serta
Kelemahan dan Kelebihan
Pada
dasarnya estimasi fertilitas --dan juga mortalitas-- dapat dilakukan memakai dua
jenis data yaitu yang langsung berhubungan dengan peristiwa kelahiran (cara langsung, direct method) dan yang secara tidak langsung
berkaitan dengan kejadian kelahiran tetapi dengan teknik tertentu dapat
dikonversikan menjadi ukuran fertiitas.
Estimasi langsung
dapat dilakukan jika sistem registrasi vital dapat berjalan dengan baik; tidak
saja secara administratif tetapi juga secara stattistik. Jika sistem registrasi
berjalan dengan baik maka angka kelahira --dan juga kematian—dapat “langsung”
dihitung dari data yang ada. Kita bisa menghitung berapa jumlah kelahiran selama
kurun waktu tertentu dan membaginya dengan jumlah penduduk atau jumlah wanita
pada kurun waktu yang sama (pertengahan tahun). Estimasi langsung sebenarnya
juga dapat dihitung dari data sensus atau survei. Estimasi langsung melalui
sensus atau survei dapat dilakukan dengan:
-
Menanyakan jumlah kelahiran selama
jangka waktu tertentu
Dalam survei atau sensus diajukan
pertanyaan tentang jumlah kelahiran selama jangka watu tertentu --misalnya satu tahun sebelum pencacahan--
berikut tanggal dan bulan kelahirannya. Dengan diketahui jumlah dan tanggal
kelahiran pada jangka waktu tertentu maka secara teoritis dapat diestimasi
secara langsung angka kelahiran pada periode tersebut.
-
Mencatat riwayat kehamilan/kelahiran
Estimasi langsung juga dapat
dilakukan jika sensus atau survei mampu memperoleh data tentang riwayat
kehamilan/kelahiran responden secara tepat dan benar. Riwayat
kehamilan/kelahiran dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang lengkap dan
terinci dari semua kehamilan yang dialami oleh responden (wanita) sejak ia
menikah hingga saat dilakukan wawancara (survei). Responden diminta untuk
mengingat kembali semua kehamilan, kapan terjadinya, apakah berakhir dengan
keguguran, lahir hidup atau lahir mati. Jika anak tersebut lahir hidup, apakah
jenis kelaminnya, dan apakah anak tersebut masih hidup. Bila anak itu sudah
meninggal, berapa umur ketika meninggal. Semua tanggal dicatat demi
kelengkapan, sekaligus untuk memriksa konsisrensi jawaban.
-
Survei Multi Putaran (multiround survey)
Estimasi langsung dapat pula
dilakukan dengan melakuan multiround survey dimana survei dilakukan beberapa
kali (dua kali) untuk selang waktu tertentu. Selama selang waktu tersebut
ditanyakan apakah ada perubahan dalam beberpa kejadian seperti kelahiran,
kematian atau perpindahan. Kunjungan yang berulang pada rumah tangga sampel
membuat kedua belah pihak, responden dan petugas saling mengenal sehingga memperlancar
pengumpulan data.
Estimasi
Tidak Langsung
-
Lemahnya Data Registrasi Penduduk
Di negara-negara yang sudah maju,
khususnya di Eropah Barat, Jepang dan Amerika Serikat, sumber utama statistik
vital adalah registrasi penduduk. Pelaksanaan registrasi penduduk di
negara-negara tersebut diatur oleh undang-undang dan dilaksanakan oleh suatu
instansi yang khusus melaksanakan registrasi dan ditunjang oleh biaya yang
cukup. Pada umumnya kualitas data yang dihasilkan registrasi penduduk sangat
baik dan memberikan gambaran kecenderungan untuk waktu yang panjang di masa
lampau. Sebaliknya di negara-negara berkembang seperti Indonesia, sistem
registrasi penduduk belum berjalan dengan baik. Penelitian yang dilakukan oleh
Biro Pusat Statistik memperlihatkan bahwa kelahiran yang tercakup dalam
registrasi hanya 58 persen, sedangkan kematian hanya 75 persen.
-
Keterbatasan Data Sensus atau Survei
Disebabkan oleh (a) lemahnya sistem
registrasi vital, dan; (b) kelemahan sensus/survei dalam memperoleh data yang
dapat langsung digunakan untuk mengestimasi fertilitas maka diperlukan estimasi secara
tidak langsung (indirect estimate).
Jenisnya:
-
Metode reverse (reverse survival)
-
Metode Anak Kandung (Own Children
Method)
-
Metode Anak Lahir Hidup Terakhir (Last
Live Birth)
-
Metode Anak Lahir Hidup Terakhir (Last
Live Birth)
-
Metode Palmore
-
Metode Gunasekaran-Palmore
-
Indeks Coale
Data Untuk Estimasi
Fertilitas Secara Tidak Langsung
Hasil survei atau sensus yang dilakukan
BPS yang biasa dipakai untuk estimasi fertilitas adalah:
a) Susunan umur dan jenis kelamin
penduduk
b) Jumlah anak yang pernah
dilahirkan dan yang masih hidup oleh wanita yang pernah kawin menurut umur
c) Kelahiran anak terakhir menurut
tahun kelahiran dan umur
d) Kelahiran selama kurun waktu
tertentu sebelum survei
e) Data lain yang ada hubungannya
dengan kelahiran seperti perkawinan, keluarga berencana dan lain-lain
c. Indikator Fertilitas
1. Angka Kelahiran Tahunan (current fertility)
a. Jumlah Kelahiran
b. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate – CBR)
c. Angka Kelahiran Menurut Umur (Age Spesific Fertility Rate - ASFR)
d. Angka fertilitas Total (TFR)
a. Jumlah Kelahiran
b. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate – CBR)
c. Angka Kelahiran Menurut Umur (Age Spesific Fertility Rate - ASFR)
d. Angka fertilitas Total (TFR)
2. Anak Lahir Hidup (ALH) dan Anak Masih Hidup (AMH)
a. Anak Lahir Hidup (ALH) atau Children Ever Born(CEB)
b. Anak Masih Hidup (AMH) atau Children Still Living (CSL)
c. Rasio Anak-Wanita atau Child Women Ratio (CWR).
a. Anak Lahir Hidup (ALH) atau Children Ever Born(CEB)
b. Anak Masih Hidup (AMH) atau Children Still Living (CSL)
c. Rasio Anak-Wanita atau Child Women Ratio (CWR).
3. Paritas
4. Keluarga Berencana
a. Angka Prevalensi Pemakaian Kontrasepsi (CPR)
b. Angka tidak terpenuhinya kebutuhan KB (Unmet-need)
a. Angka Prevalensi Pemakaian Kontrasepsi (CPR)
b. Angka tidak terpenuhinya kebutuhan KB (Unmet-need)
d.
Teori
Fertilitas
Teori Sosiologi tentang Fertilitas
Davis
dan Blake: Variabel Antara Kajian tentang fertilitas pada dasarnya bermula dari
disiplin sosiologi. Sebelum disiplin lain membahas secara sistematis tentang
fertilitas, kajian sosiologis tentang fertilitas sudah lebih dahulu dimulai.
Sudah amat lama kependudukan menjadi salah satu sub-bidang sosiologi. Sebagian
besar analisa kependudukan (selain demografi formal) sesungguhnya merupakan
analisis sosiologis.
Kingsley
Davis dan Judith Blake melakukan analisis sosiologis tentang fertilitas. Davis
and Blake mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas melalui apa
yang disebut sebagai “variabel antara” (intermediate variables). Menurut
Davis dan Blake faktor-faktor sosial, ekonomi dan budaya yang mempengaruhi fertilitas
akan melalui “variabel antara”. Ada 11 variabel antara yang mempengaruhi fertilitas,
yang masing-masing dikelompokkan dalam tiga tahap proses reproduksi sebagai
berikut:
Intermediate
variables of fertility Davis and Blake
I. Faktor-faktor
yang mempengaruhi terjadinya hubungan kelamin (intercouse variables):
A. Faktor-faktor yang
mengatur tidak terjadinya hubungan kelamin:
1. Umur mulai hubungan kelamin
2.
Selibat permanen: proporsi wanita yang tidak pernah mengadakan hubungan kelamin
3. Lamanya masa reproduksi sesudah
atau diantara masa hubangan kelamin:
a. Bila kehidupan suami istri cerai atau pisah
b. Bila kehidupan suami istri nerakhir karena suami meninggal dunia
B. Faktor-faktor
yang mengatur terjadinya hubungan kelamin
1. Abstinensi sukarela
2. Berpantang karena terpaksa (oleh
impotensi, sakit, pisah sementara)
3. Frekuensi hubungan seksual
II.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya konsepsi (conception variables):
1. Kesuburan
atau kemandulan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak disengaja
2. Menggunakan
atau tidak menggunakan metode kontrasepsi:
a. Menggunakan cara-cara mekanik dan
bahan-bahan kimia
b. Menggunakan cara-cara lain
3. Kesuburan
atau kemandulan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang disengaja (sterilisasi,
subinsisi, obat-obatan dan sebagainya)
III.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan dan kelahiran (gestation variables)
1. Mortalitas
janin yang disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak disengaja
2. Mortalitas
janin oleh faktor-faktor yang disengaja
Ronald Freedman: Variabel Antara
dan Norma Sosial
Menurut
Freedman variabel antara yang mempengaruhi langsung terhadap fertilitas pada
dasarnya juga dipengaruhi oleh norma-norma yang berlaku di suatu masyarakat.
Pada akhirnya perilaku fertilitas seseorang dipengaruhi norma-norma yang ada
yaitu norma tentang besarnya keluarga dan norma tentang variabel antara itu
sendiri. Selanjutnya norma-norma tentang besarnya keluarga dan variabel antara
di pengaruhi oleh tingkat mortalitas dan struktur sosial ekonomi yang ada di
masyarakat.
Menurut
Freedman intermediate variables yang dikemukakan Davis-Blake menjadi variabel antara yang menghubungkan
antara “norma-norma fertilitas” yang sudah mapan diterima masyarakat dengan
jumlah anak yang dimiliki (outcome). Iamengemukakan bahwa “norma fertilitas”
yang sudah mapan diterima oleh masyarakat dapat sesuai dengan fertilitas yang
dinginkan seseorang. Selain itu, norma sosial dianggap sebagai faktor yang
dominan. Secara umum Freedman mengatakan bahwa:
“Salah
satu prinsip dasar sosiologi adalah bahwa bila para anggota suatu masyarakat menghadapi suatu masalah umum yang
timbul berkali-kali dan membawa konsekuensi sosial yang penting, mereka
cenderung menciptakan suatu cara
penyelesaian normatif terhadap masalah tersebut. Cara penyelesaian ini merupakan
serangkaian aturan tentang bertingkah laku dalam suatu situasi tertentu,
menjadi sebagian dari kebudayaannya dan masyarakat mengindoktrinasikan kepada
para anggotanya untuk menyesuaikan diri dengan norma tersebut baik melalui
ganjaran (rewards) maupun hukuman (penalty) yang implisit dan eksplisit. Karena
jumlah anak yang akan dimiliki oleh sepasang suami isteri itu merupakan masalah
yang sangat universal dan penting bagi setiap masyarakat, maka akan terdapat
suatu penyimpangan sosiologis apabila tidak diciptakan budaya penyelesaian yang
normatif untu mengatasi masalah ini.
Teori Ekonomi tentang Fertilitas
Pandangan
bahwa faktor-faktor ekonomi mempunyai pengaruh yang kuat terhadap fertilitas
bukanlah suatu hal yang baru. Dasar pemikiran utama dari teori ‘transisi
demografis’ yang sudah terkenal luas adalah bahwa sejalan dengan diadakannya pembangunan
sosial-ekonomi, maka fertilitas lebih merupakan suatu proses ekonomis dari pada
proses biologis. Berbagai metode pengendalian fertilitas seperti penundaan perkawinan,
senggama terputus dan kontrasepsi dapat digunakan oleh pasangan suami isteri yang tidak menginginkan mempunyai
keluarga besar, dengan anggapan bahwa mempunyai banyak anak berarti memikul
beban ekonomis dan menghambat peningkatan kesejahteraan sosial dan material.
Supply
of children diartikan sebagai banyaknya anak yang bertahan hidup dari suatu
pasangan jika mereka tidak berpisah/cerai pada suatu batas tertentu. Supply tergantung
pada banyaknya kelahiran dan kesempatan untuk bertahan hidup. Supply of children
berkaitan dengan konsep kelahiran alami (natural fertility). Menurut Bongart
dan Menken fertilitas alami dapat diidentifikasi melalui lima hal utama, yaitu:
a. Ketidak-suburan setelah melahirkan
(postpartum infecundibality)
b. Waktu menunggu untuk konsepsi (waiting time
to conception)
c. Kematian dalam kandungan (intraurine
mortality)
d. Sterilisasi permanen (permanent sterility)
e. Memasuki masa reproduksi (entry into
reproductive span
John
C. Caldwell juga melakukan analisis fertilitas dengan pendekatan
ekonomisosiologis. Tesis fundamentalnya adalah bahwa tingkah laku fertilitas
dalam masyarakat pra-tradisional dan pasca-transisional itu dilihat dari segi
ekonomi bersifat rasional dalam kaitannya
dengan tujuan ekonomi yang telah ditetapkan dalam masyarakat, dan dalam arti
luas dipengaruhi juga oleh faktor-faktor biologis dan psikologis.
Teori
Caldwell menekankan pada pentingnya peranan keluarga dalam arus kekayaan netto
(net wealth flows) antar generasi dan juga perbedaan yang tajam pada regim
demografis pra-transisi dan pasca-transisi. Caldwell mengatakan bahwa “sifat hubungan
ekonomi dalam keluarga” menentukan kestabilan atau ketidak-stabilan penduduk. Jadi pendekatannya lebih menekankan
pada dikenakannya tingkah laku fertilitas terhadap individu (atau keluarga
inti) oleh suatu kelompok keluarga yang lebih besar (bahkan yang tidak
sedaerah) dari pada oleh “norma-norma” yang sudah diterima masyarakat. Seperti
diamati oleh Caldwell, didalam keluarga selalu terdapat tingkat eksploitasi
yang besar oleh suatu kelompok (atau generasi) terhadap kelompok atau generasi
lainnya, sehingga jarang dilakukan usaha pemaksimalan manfaat individu.
e.
Faktor yang Mempengaruhi Fertilitas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar