Sungguh Besar KeagunganMU ya Allah
Allahuakbar….Allahuakbar….lailahaillallah…
Hapeku bergetar diiringi dering yang begitu
kerasnya. Sekonyong – konyong terbangunlah aku dari tidur soreku..(hehe kecapean habis kerja
rodi,,bukan kebiasaan lgo ya…). Ku ambil buluh sebatang eh bukan ku ambil hapeq
lalu kumatikan alarm. Ehmmmm masih jam 17.00,,hah…bukan sudah jam 17.00 aku
belum mandi, kamarku masih berantakan, huh pikiranku semakin semrawut…
Allhuakbar
allahuakbar…..what magrib??? Eh salah lagi…Alhamdulillah magrib telah dating,
aku lupa tugasku yang sudah kurencanakan sebelum tidur. Aku jadi liglung tapi
gak kayak lutung kasarung lho ya. Silaturahmi kamar sana silaturahim kamar
sini, ngobrol sana ngobrol sini…
Drettt….drettt…. eh
hapeku bergetar lagi.(sttt ada sms)”Arti barakallah pkm mu lolos didanai dikti”
dari ae10 astri. “emm pkm yang mana ya? Yang sama mb vivi?” “gak tau ne yang
sama siapa yang tentang agar2 diabetes”. Otaku masih belum merespon. Ya ketidak
percayaanku masih menutupi pikiranku. “mbak liaaaaaa,,, etos banyak yang lolos
pendanaan dikti…Etos Berjaya” teriak anak di lantai 2. Kakiku tergerak naik ke
lantai 2, waw…satu laptop dikerumuni 1,2,3,4,5,…banyak lah, aku ikut nimbrung
juga akhirnya. Krik …krik…anaku tercantum disana di lampiran pengumuman dari
dikti. Benar gak ya??jangan – jangan ini masih serangkaian mimpiku tadi,,,tapi
ternyata kenyataan yang bicara.
Rasa
ketidakpantasan menerima ini semua, melihat apa yang saya lakukan, usahaku yang
sungguh tiada sebanding dengan Anugrah ini. Allah memang Maha Besar. Setiap
malam doa yang kupanjatkan terbersit setitik keraguan, akhirnya kupasrahkan,
memang ini usahaku, hasil hanya ditanganMU. Memang indah semua jika ada rasa
percaya disana. Allah Maha mendengar doa hambanya. Sebuah keraguan saja
dikabulkanNYA, apalagi jika kepercayaan dan ketundukan menyertainya. Satu bukti
yang membuka mataku, Allah Maha Pengasih. Kemana saja aku pergi selama ini, aku
yang jauh dariMu masih bagitu sayangNya padaku. Aku yang durhaka ini masih
Engkau beri rezeki. Mohon ampun kupanjatkan kepadaMU, sujudku hanya padaMu,
rasa syukur yang sempat menghilang dari benakku kini mengalir negitu deras.
Aku tak tahu apakah
ini berkah apakah ini musibah. Hatiku selalu bersiap ditengah keberhasilan dan
kehancuran. Kalau memang pahit yang kuterima itu wajar, usahaku yang hanya
manusia biasa. Jika memang manis yang terasa itu wajar, Dia yang Maha Pemberi
memang Maha Segalanya. Aku tak bisa merasakan kebanggaan atas diriku, karena
memang diriku bukanlah aku, diriku adalah MilikNYA. Segala keelokan sejarah
yang terukir adalah UkiranNya.
Sungguh tak patut
aku membusungkan dada meneriakkan namaku, hanya ketakutan yang kurasa,
ketakutan akan Azabnya, takut akan jadinya kesombongan dalam hati, hatiku telah banyak titik – tiyik hitamnya,
aku sungguh menyadari itu, tapi aku yang penuh nafsu, belum bisa bercermin pada
kekasihNya. Aku malu, aku takut akan murkaMu ya Allah. Begitu banyak waktuku
terbuang bukan untukMu. Ampun aku ya Allah, hamba yang penuh dosa. Sujud dan
air mata hanyalah milikMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar