Senin, 16 Januari 2012


Sungguh Besar KeagunganMU ya Allah
Allahuakbar….Allahuakbar….lailahaillallah…
Hapeku bergetar diiringi dering yang begitu kerasnya. Sekonyong – konyong terbangunlah aku dari  tidur soreku..(hehe kecapean habis kerja rodi,,bukan kebiasaan lgo ya…). Ku ambil buluh sebatang eh bukan ku ambil hapeq lalu kumatikan alarm. Ehmmmm masih jam 17.00,,hah…bukan sudah jam 17.00 aku belum mandi, kamarku masih berantakan, huh pikiranku semakin semrawut…
                Allhuakbar allahuakbar…..what magrib??? Eh salah lagi…Alhamdulillah magrib telah dating, aku lupa tugasku yang sudah kurencanakan sebelum tidur. Aku jadi liglung tapi gak kayak lutung kasarung lho ya. Silaturahmi kamar sana silaturahim kamar sini, ngobrol sana ngobrol sini…
                Drettt….drettt…. eh hapeku bergetar lagi.(sttt ada sms)”Arti barakallah pkm mu lolos didanai dikti” dari ae10 astri. “emm pkm yang mana ya? Yang sama mb vivi?” “gak tau ne yang sama siapa yang tentang agar2 diabetes”. Otaku masih belum merespon. Ya ketidak percayaanku masih menutupi pikiranku. “mbak liaaaaaa,,, etos banyak yang lolos pendanaan dikti…Etos Berjaya” teriak anak di lantai 2. Kakiku tergerak naik ke lantai 2, waw…satu laptop dikerumuni 1,2,3,4,5,…banyak lah, aku ikut nimbrung juga akhirnya. Krik …krik…anaku tercantum disana di lampiran pengumuman dari dikti. Benar gak ya??jangan – jangan ini masih serangkaian mimpiku tadi,,,tapi ternyata kenyataan yang bicara.
                Rasa ketidakpantasan menerima ini semua, melihat apa yang saya lakukan, usahaku yang sungguh tiada sebanding dengan Anugrah ini. Allah memang Maha Besar. Setiap malam doa yang kupanjatkan terbersit setitik keraguan, akhirnya kupasrahkan, memang ini usahaku, hasil hanya ditanganMU. Memang indah semua jika ada rasa percaya disana. Allah Maha mendengar doa hambanya. Sebuah keraguan saja dikabulkanNYA, apalagi jika kepercayaan dan ketundukan menyertainya. Satu bukti yang membuka mataku, Allah Maha Pengasih. Kemana saja aku pergi selama ini, aku yang jauh dariMu masih bagitu sayangNya padaku. Aku yang durhaka ini masih Engkau beri rezeki. Mohon ampun kupanjatkan kepadaMU, sujudku hanya padaMu, rasa syukur yang sempat menghilang dari benakku kini mengalir negitu deras.
                Aku tak tahu apakah ini berkah apakah ini musibah. Hatiku selalu bersiap ditengah keberhasilan dan kehancuran. Kalau memang pahit yang kuterima itu wajar, usahaku yang hanya manusia biasa. Jika memang manis yang terasa itu wajar, Dia yang Maha Pemberi memang Maha Segalanya. Aku tak bisa merasakan kebanggaan atas diriku, karena memang diriku bukanlah aku, diriku adalah MilikNYA. Segala keelokan sejarah yang terukir adalah UkiranNya.
                Sungguh tak patut aku membusungkan dada meneriakkan namaku, hanya ketakutan yang kurasa, ketakutan akan Azabnya, takut akan jadinya kesombongan dalam hati,  hatiku telah banyak titik – tiyik hitamnya, aku sungguh menyadari itu, tapi aku yang penuh nafsu, belum bisa bercermin pada kekasihNya. Aku malu, aku takut akan murkaMu ya Allah. Begitu banyak waktuku terbuang bukan untukMu. Ampun aku ya Allah, hamba yang penuh dosa. Sujud dan air mata hanyalah milikMu.
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar